ID
Berita Industri
Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara kembali melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (25/9/2018). Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 ditutup menguat 1,24% atau 1,40 poin di level US$113,95 per metrik ton. Harga batu bara kontrak November melanjutkan penguatan setelah ditutup menguat 0,45% atau 50 poin ke level US$112,55 per troy ounce pada sesi perdagangan sebelumnya.
Baca Selengkapnya
Merdeka.com - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), menilai kebijakan pemerintah dalam mengatur harga khusus batubara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) masih menjadi permasalahan yang kompleks. Sebab, kebijakan ini akan memberi dampak kepada sektor-sektor yang terlibat. Dirketur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia mengakui, kebijakan DMO ini memang tidak mudah dalam pelaksanaannya.
Baca Selengkapnya
VIVA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, infrastruktur dan ketidakpastian permintaan menjadi tantangan besar bagi industri gas di Indonesia. Hal ini menjadi perbedaan mendasar industri gas dibanding industri minyak di dalam negeri. Menurutnya, sehebat apapun pengembangan dari eksplorasi dan eksploitasi gas, jika tanpa infrastruktur seperti halnya pipa transmisi maupun distribusi maka dipastikan tidak akan berjalan.
Baca Selengkapnya
Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan reli per hari ini, tembus di atas US$ 80 per barel untuk jenis Brent kontrak November. Bagaimana dampaknya ke RI? Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan masih memantau pergerakan harga minyak. "Ini kan masih September," kata dia saat dijumpai di hotel Pullman, Selasa (25/9/2018).
Baca Selengkapnya