EN
Dalam kegiatan pengiriman barang, mengetahui berat kargo saja belum cukup. Ukuran barang juga perlu diperhatikan karena barang yang ringan belum tentu membutuhkan ruang yang sedikit. Sebuah barang dengan bobot relatif kecil, misalnya peralatan berukuran besar, tetap dapat membutuhkan kapasitas angkut yang cukup besar.
Karena itu, menghitung kubikasi volume barang menjadi salah satu langkah penting sebelum melakukan pengiriman. Dengan mengetahui volume barang, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai ruang yang dibutuhkan untuk mengangkut kargo sekaligus membantu proses perencanaan logistik.
Lalu, bagaimana cara menghitung kubikasi barang dengan benar? Apa satuan yang digunakan dan bagaimana menghitungnya jika jumlah barang lebih dari satu?
Kubikasi barang adalah perhitungan volume ruang yang ditempati oleh suatu barang. Dalam kegiatan logistik, volume biasanya dinyatakan dalam satuan meter kubik (m³) atau sering disebut CBM (Cubic Meter).
Secara sederhana, kubikasi menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan sebuah barang berdasarkan dimensinya.
Untuk barang berbentuk kotak atau balok, perhitungannya cukup sederhana karena hanya membutuhkan tiga ukuran utama:
- Panjang
- Lebar
- Tinggi
Ketiga ukuran tersebut kemudian dikalikan untuk mendapatkan volume barang.
Perlu dibedakan bahwa kubikasi dan berat merupakan dua informasi yang berbeda. Berat menunjukkan massa suatu barang, sedangkan kubikasi menunjukkan volume atau ruang yang ditempati barang.
Keduanya dapat menjadi informasi penting dalam perencanaan pengiriman, terutama ketika perusahaan mengirimkan barang dalam jumlah besar atau dengan dimensi yang cukup besar.
Rumus dasar untuk menghitung kubikasi adalah:
Kubikasi = Panjang × Lebar × Tinggi
Jika seluruh ukuran sudah menggunakan meter, hasil perkalian tersebut langsung menghasilkan volume dalam meter kubik.
Sebuah barang memiliki ukuran:
- Panjang: 2 meter
- Lebar: 1 meter
- Tinggi: 1,5 meter
Maka:
2 × 1 × 1,5 = 3 m³
Jadi, volume atau kubikasi barang tersebut adalah 3 m³ atau 3 CBM.
Namun, dalam praktiknya ukuran barang sering kali dicatat dalam centimeter. Jika menggunakan centimeter, hasil perhitungan perlu dikonversikan ke meter kubik.
Jika ukuran barang masih dalam centimeter, gunakan rumus:
Kubikasi (m³) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) ÷ 1.000.000
Misalnya sebuah kardus berukuran:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 50 cm
- Tinggi: 40 cm
Maka:
100 × 50 × 40 = 200.000 cm³
Karena ingin mendapatkan satuan meter kubik:
200.000 ÷ 1.000.000 = 0,2 m³
Jadi, satu kardus tersebut memiliki volume 0,2 CBM.
Cara ini dapat digunakan untuk menghitung berbagai barang yang memiliki bentuk balok, seperti kardus, peti, kemasan produk, maupun equipment tertentu.
Bagaimana jika barang yang dikirim tidak hanya satu?
Caranya tetap sama. Hitung volume satu barang terlebih dahulu, kemudian kalikan dengan jumlah barang.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan mengirimkan 20 kardus dengan ukuran masing-masing:
60 × 40 × 50 cm
Volume satu kardus:
60 × 40 × 50 ÷ 1.000.000 = 0,12 m³
Karena terdapat 20 kardus:
0,12 × 20 = 2,4 m³
Jadi, total kubikasi 20 kardus tersebut adalah: 2,4 CBM
Perhitungan seperti ini menjadi semakin penting ketika jumlah barang yang dikirim mencapai puluhan atau bahkan ratusan unit.
Dalam satu pengiriman, tidak semua barang harus memiliki ukuran yang sama.
Misalnya terdapat tiga jenis barang:
|
Barang |
Ukuran |
Jumlah |
|
A |
100 × 50 × 40 cm |
10 |
|
B |
120 × 80 × 60 cm |
5 |
|
C |
150 × 100 × 80 cm |
2 |
Masing-masing jenis barang dihitung terlebih dahulu.
Barang A
100 × 50 × 40 ÷ 1.000.000 = 0,2 m³
10 unit:
0,2 × 10 = 2 m³
Barang B
120 × 80 × 60 ÷ 1.000.000 = 0,576 m³
5 unit:
0,576 × 5 = 2,88 m³
Barang C
150 × 100 × 80 ÷ 1.000.000 = 1,2 m³
2 unit:
1,2 × 2 = 2,4 m³
Maka total volume seluruh barang:
2 + 2,88 + 2,4 = 7,28 m³
Jadi total kubikasinya adalah 7,28 CBM.
Menghitung kubikasi bukan hanya soal mendapatkan angka dalam meter kubik. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan mempersiapkan kebutuhan pengiriman dengan lebih baik.
Volume memberikan gambaran mengenai ruang yang dibutuhkan oleh barang selama proses pengangkutan.
Ketika jumlah barang cukup banyak, data volume dapat membantu dalam mempertimbangkan kapasitas transportasi yang dibutuhkan.
Data dimensi merupakan salah satu informasi penting ketika mengajukan kebutuhan pengiriman. Pada formulir instant quote CKB untuk pengiriman darat maupun udara, misalnya, pengguna diminta memasukkan dimensi kargo berupa panjang, lebar, dan tinggi, selain berat dan informasi lainnya.
Semakin lengkap informasi mengenai kargo, semakin mudah proses perencanaan dilakukan, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar atau dengan karakteristik khusus.
Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mulai menghitung volume barang.
Jawabannya: tidak selalu hanya berdasarkan kubikasi.
Biaya pengiriman dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, tergantung pada jenis layanan dan moda transportasi yang digunakan. Berat, dimensi, jenis barang, asal dan tujuan, kebutuhan penanganan, serta jenis layanan dapat menjadi bagian dari pertimbangan.
Sebagai contoh, CKB meminta informasi dimensi dan berat kargo pada proses permintaan instant quote untuk pengiriman darat dan udara. Pada pengiriman laut, informasi yang diminta juga mencakup detail kontainer dan berat kargo.
Artinya, kubikasi sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari informasi kargo, bukan satu-satunya faktor untuk menentukan biaya pengiriman.
Agar hasil perhitungan lebih akurat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
Kesalahan beberapa centimeter pada satu barang mungkin terlihat kecil. Namun, jika jumlah barang mencapai puluhan atau ratusan unit, perbedaannya dapat menjadi signifikan.
Jika menggunakan centimeter, pastikan seluruh dimensi menggunakan centimeter. Jangan mencampurkan meter dan centimeter dalam satu perhitungan.
Jika barang akan dikirim menggunakan kardus, peti, pallet, atau kemasan tambahan lainnya, pertimbangkan dimensi dalam kondisi siap kirim. Yang dibutuhkan dalam perencanaan pengiriman bukan hanya ukuran produk, tetapi ukuran kargo yang sebenarnya akan ditangani.
Untuk barang yang sama dan dikirim dalam jumlah banyak, volume satu unit perlu dikalikan dengan jumlah unit.
Tidak semua kargo berbentuk kotak sempurna. Barang berukuran besar, panjang, berat, atau memiliki bentuk khusus membutuhkan perencanaan yang lebih detail.
Untuk pengiriman biasa, menghitung volume mungkin relatif sederhana. Namun, situasinya dapat berbeda ketika barang yang dikirim memiliki ukuran atau berat yang jauh lebih besar.
Kargo overweight dan oversized (OWOS) dapat membutuhkan perencanaan transportasi yang lebih kompleks. Selain volume, perlu dipertimbangkan pula rute, peralatan, proses pemuatan dan pembongkaran, hingga kebutuhan izin tertentu.
CKB Logistics menyediakan layanan Project Logistics untuk pengelolaan transportasi kargo berukuran besar dan berat berlebih. Layanannya mencakup proses seperti lifting, transporting, installing, dan pembongkaran, serta dapat melibatkan survei rute, analisis moda transportasi, pengaturan muatan, dan kebutuhan penanganan lainnya.
Dengan demikian, untuk kargo berukuran besar, perhitungan kubikasi sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan logistik yang lebih menyeluruh.
Menghitung kubikasi dapat menjadi langkah awal yang membantu perusahaan memahami kebutuhan ruang kargonya. Tetapi ketika barang yang dikirim memiliki jumlah besar, dimensi khusus, atau membutuhkan penanganan tertentu, proses logistik membutuhkan perencanaan yang lebih menyeluruh.
CKB Logistics menangani berbagai kebutuhan logistik melalui transportasi darat, laut, udara, dan multimoda, serta menyediakan layanan seperti freight management, project logistics, dan warehouse management.
Untuk kebutuhan pengiriman kargo, Anda dapat menyiapkan informasi seperti jenis barang, jumlah, dimensi, berat, lokasi pengambilan, dan tujuan pengiriman. Informasi tersebut dapat membantu proses konsultasi dan penyusunan solusi logistik yang sesuai dengan karakteristik kargo.
Memiliki kebutuhan pengiriman kargo dengan volume besar atau dimensi khusus? Konsultasikan kebutuhan logistik Anda bersama CKB Logistics untuk mendapatkan solusi pengiriman yang sesuai.