EN
Dalam kegiatan bisnis, pengiriman barang tidak hanya berkaitan dengan memindahkan kargo dari satu lokasi ke lokasi lain. Perusahaan juga perlu menentukan siapa yang akan menangani penjemputan barang, pengiriman menuju pelabuhan, proses transportasi utama, hingga pengantaran dari pelabuhan tujuan ke lokasi penerima.
Dua skema yang umum ditemukan dalam kegiatan logistik adalah door to door dan port to port. Keduanya memiliki cakupan layanan, tingkat fleksibilitas, serta tanggung jawab operasional yang berbeda.
Layanan door to door menawarkan proses pengiriman yang lebih terintegrasi dari lokasi asal hingga alamat tujuan. Sementara itu, layanan port to port berfokus pada pengangkutan barang dari pelabuhan asal menuju pelabuhan tujuan.
Lalu, mana yang paling tepat untuk bisnis Anda? Jawabannya bergantung pada kemampuan operasional, anggaran, jenis barang, lokasi tujuan, dan tingkat kontrol yang dibutuhkan selama proses pengiriman.
Door to door adalah layanan pengiriman yang mencakup perjalanan barang dari lokasi pengirim hingga lokasi penerima yang telah disepakati. Lokasi tersebut dapat berupa pabrik, gudang, pusat distribusi, toko, lokasi proyek, atau fasilitas bisnis lainnya.
Dalam skema ini, penyedia jasa logistik dapat mengatur beberapa tahap pengiriman, mulai dari:
pengambilan barang di lokasi pengirim;
pengangkutan menuju pelabuhan atau terminal;
transportasi utama melalui laut, darat, udara, atau kombinasi beberapa moda;
pengurusan dokumen dan kepabeanan sesuai cakupan layanan;
pengambilan barang dari pelabuhan atau terminal tujuan;
pengiriman menuju alamat penerima.
Karena sebagian besar proses dikoordinasikan oleh satu penyedia jasa logistik, perusahaan tidak perlu berhubungan dengan terlalu banyak vendor untuk setiap tahap perjalanan barang.
Sistem seperti ini juga dikenal sebagai solusi pengiriman terintegrasi. Barang umumnya tidak memulai atau mengakhiri perjalanannya di pelabuhan. Karena itu, transportasi darat sebelum dan setelah perjalanan laut menjadi bagian penting dari layanan door to door.
Namun, istilah door to door tidak selalu berarti seluruh biaya telah termasuk dalam satu tarif. Perusahaan tetap perlu memeriksa apakah penawaran mencakup bongkar muat, asuransi, biaya terminal, pajak, bea masuk, kepabeanan, penyimpanan, dan kebutuhan khusus lainnya.
Port to port adalah layanan pengiriman yang cakupannya dimulai dari pelabuhan asal dan berakhir di pelabuhan tujuan.
Dalam skema ini, penyedia jasa logistik menangani transportasi utama antarpelabuhan. Pengirim perlu mengatur perjalanan barang dari gudang atau pabrik menuju pelabuhan asal. Setelah barang tiba, penerima juga harus mengatur pengambilan dan pengiriman lanjutan dari pelabuhan tujuan.
Artinya, pelanggan biasanya bertanggung jawab terhadap beberapa kegiatan berikut:
trucking menuju pelabuhan asal;
koordinasi penyerahan barang di terminal;
pengambilan barang dari pelabuhan tujuan;
trucking menuju gudang atau lokasi akhir;
koordinasi dengan penyedia jasa tambahan;
pengurusan dokumen yang tidak termasuk dalam kontrak pengiriman.
Port to port dapat menjadi pilihan yang efisien bagi perusahaan yang telah memiliki armada, gudang, tim logistik, mitra trucking, atau jaringan operasional di sekitar pelabuhan.
Sebaliknya, perusahaan yang belum memiliki sumber daya tersebut perlu memperhitungkan waktu dan biaya tambahan untuk mengoordinasikan perjalanan sebelum dan setelah pelabuhan.
Perbedaan utama antara kedua layanan ini terletak pada titik dimulainya dan berakhirnya tanggung jawab penyedia jasa logistik.
|
Aspek |
Door to door |
Port to port |
|
Titik awal |
Lokasi pengirim |
Pelabuhan asal |
|
Titik akhir |
Lokasi penerima |
Pelabuhan tujuan |
|
Cakupan |
Dari alamat asal hingga alamat tujuan |
Transportasi utama antarpelabuhan |
|
Koordinasi |
Lebih terpusat |
Lebih banyak ditangani pelanggan |
|
First mile |
Dapat ditangani penyedia logistik |
Diatur oleh pelanggan |
|
Last mile |
Dapat ditangani penyedia logistik |
Diatur oleh pelanggan |
|
Fleksibilitas pelanggan |
Lebih praktis |
Kontrol operasional lebih besar |
|
Vendor yang terlibat |
Dapat dikelola melalui satu mitra |
Berpotensi melibatkan beberapa vendor |
|
Cocok untuk |
Bisnis yang membutuhkan solusi terintegrasi |
Bisnis dengan jaringan logistik sendiri |
Pemilihan layanan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tarif transportasi utama. Perusahaan perlu melihat keseluruhan biaya dan aktivitas yang dibutuhkan agar barang benar-benar tiba di lokasi tujuan.
Tarif port to port dapat terlihat lebih rendah karena hanya mencakup perjalanan utama dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Namun, tarif tersebut belum tentu mencerminkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan.
Masih ada beberapa komponen yang mungkin perlu dihitung secara terpisah, seperti:
biaya pengambilan barang;
transportasi menuju pelabuhan;
biaya terminal;
bongkar muat;
penyimpanan;
pengiriman dari pelabuhan tujuan;
pengurusan kepabeanan;
biaya koordinasi vendor;
potensi demurrage dan detention;
biaya akibat keterlambatan.
Karena itu, perusahaan sebaiknya membandingkan total biaya logistik, bukan hanya tarif freight. Pilihan yang terlihat murah pada awalnya dapat menjadi lebih mahal apabila membutuhkan banyak layanan tambahan dan koordinasi terpisah.
Door to door dapat memiliki penawaran awal yang lebih tinggi, tetapi skema ini membantu menyederhanakan koordinasi dan memberikan gambaran biaya yang lebih menyeluruh.
Door to door sesuai untuk perusahaan yang menginginkan proses pengiriman lebih praktis dan terintegrasi.
Skema ini dapat dipertimbangkan ketika:
perusahaan tidak memiliki armada untuk mengangkut barang menuju atau dari pelabuhan;
lokasi pengambilan atau pengiriman cukup jauh dari terminal;
barang harus dikirim menuju lokasi proyek atau wilayah dengan akses terbatas;
perusahaan ingin mengurangi jumlah vendor yang harus dikoordinasikan;
barang memerlukan perpindahan melalui beberapa moda transportasi;
perusahaan membutuhkan visibilitas pengiriman yang lebih terpusat;
tim internal ingin berfokus pada kegiatan bisnis utama.
Door to door juga dapat membantu pengiriman dengan rute kompleks. Penyedia jasa logistik dapat menyusun kombinasi transportasi darat, laut, udara, dan multimoda berdasarkan karakteristik barang serta kondisi lokasi tujuan.
Port to port dapat dipilih oleh perusahaan yang telah memiliki kemampuan untuk menangani kegiatan logistik sebelum dan setelah pelabuhan.
Layanan ini cocok apabila:
perusahaan mempunyai armada trucking sendiri;
gudang berada dekat dengan pelabuhan;
perusahaan memiliki tim logistik dan kepabeanan yang berpengalaman;
terdapat kontrak khusus dengan penyedia transportasi lokal;
perusahaan ingin menentukan sendiri vendor untuk first mile dan last mile;
pengirim atau penerima mampu mengelola jadwal pengambilan barang di pelabuhan;
perusahaan membutuhkan kontrol langsung atas sebagian perjalanan kargo.
Port to port juga dapat digunakan ketika pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli telah ditentukan secara jelas dalam kontrak perdagangan.
Dalam praktiknya, pilihan layanan pengiriman tidak terbatas pada door to door dan port to port. Perusahaan juga dapat menggunakan skema door to port atau port to door.
Door to port berarti barang diambil dari lokasi pengirim dan dikirim hingga pelabuhan tujuan. Setelah itu, penerima mengatur proses pengambilan serta pengiriman menuju alamat akhir.
Sebaliknya, port to door berarti tanggung jawab layanan dimulai dari pelabuhan asal dan dilanjutkan hingga barang tiba di lokasi penerima.
Empat cakupan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
|
Jenis layanan |
Titik pengambilan |
Titik penyerahan |
|
Door to door |
Lokasi pengirim |
Lokasi penerima |
|
Door to port |
Lokasi pengirim |
Pelabuhan tujuan |
|
Port to door |
Pelabuhan asal |
Lokasi penerima |
|
Port to port |
Pelabuhan asal |
Pelabuhan tujuan |
Formulir permintaan penawaran sea freight CKB Logistics, misalnya, memberikan pilihan kebutuhan pre-carriage untuk pengangkutan sebelum perjalanan laut dan on-carriage untuk perjalanan lanjutan setelah pelabuhan tujuan. Pelanggan juga dapat mencantumkan alamat pengambilan, alamat pengiriman, fasilitas bongkar muat, serta instruksi khusus.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan cakupan layanan disesuaikan dengan sumber daya dan kebutuhan operasional setiap perusahaan.
Door to door dan port to port pada dasarnya menjelaskan cakupan transportasi. Keduanya tidak otomatis menentukan pembagian biaya, risiko, kewajiban ekspor-impor, atau kepemilikan barang antara penjual dan pembeli.
Hal tersebut perlu dibedakan dari Incoterms®, yaitu seperangkat aturan perdagangan yang menjelaskan pembagian tugas, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam kontrak penjualan barang.
Sebagai contoh, door to door tidak selalu sama dengan Delivered Duty Paid atau DDP. Port to port juga tidak otomatis berarti transaksi menggunakan FOB atau CIF.
Perusahaan perlu memastikan kontrak perdagangan dan kontrak jasa transportasi menggunakan titik asal, titik tujuan, pembagian tanggung jawab, serta biaya yang jelas. Konsultasi dengan tenaga logistik dan kepabeanan dapat membantu menghindari kesalahpahaman selama proses pengiriman.
Sebelum menentukan door to door atau port to port, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa hal.
Periksa jarak antara gudang, pabrik, atau lokasi proyek dengan pelabuhan. Apabila lokasinya jauh atau sulit dijangkau, layanan terintegrasi dapat membantu mengurangi kompleksitas pengiriman.
Barang reguler, barang berbahaya, kargo bernilai tinggi, serta barang berukuran besar membutuhkan penanganan yang berbeda. Informasikan dimensi, berat, jenis komoditas, metode pengemasan, dan fasilitas bongkar muat sejak awal.
Perusahaan dengan tim logistik berpengalaman mungkin dapat mengelola port to port secara efektif. Namun, perusahaan dengan sumber daya terbatas dapat memperoleh manfaat lebih besar dari koordinasi door to door.
Bandingkan seluruh biaya dari lokasi asal hingga lokasi akhir. Jangan hanya membandingkan tarif perjalanan laut atau biaya antarpelabuhan.
Keterlambatan pada satu tahap dapat memengaruhi keseluruhan rantai pasok. Pastikan jadwal trucking, keberangkatan kapal, proses kepabeanan, serta pengambilan barang telah direncanakan dengan baik.
Visibilitas status barang membantu perusahaan menyusun jadwal produksi, pengadaan, distribusi, dan penerimaan. Sistem pelacakan yang terpusat dapat mempermudah pemantauan perjalanan kargo.
Memilih antara door to door dan port to port membutuhkan pemahaman mengenai rute, karakteristik kargo, fasilitas di lokasi asal dan tujuan, serta kemampuan operasional perusahaan.
CKB Logistics menyediakan layanan manajemen transportasi domestik dan internasional melalui jalur darat, laut, udara, serta multimoda. Cakupannya juga meliputi pengurusan kepabeanan dan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rantai pasok pelanggan.
Berbekal pengalaman sejak 1997, CKB Logistics membantu perusahaan menyusun solusi logistik berdasarkan tujuan bisnis, anggaran, jenis barang, dan karakteristik lokasi pengiriman.